(Foto: Prokompim Kota Bogor)
Editor: Donni Andriawan S
KOTA BOGOR | bogorprioritas.com – Kirab Merah Putih yang digelar oleh Festival Merah Putih (FMP) 2025 di Kota Bogor berlangsung dengan semarak. Kegiatan ini menjadi semakin istimewa karena sekaligus memperingati 10 tahun pelaksanaan FMP di “Kota Hujan”.
Kirab ini digelar dengan membawa lima rangkaian bendera merah putih sepanjang 500 meter dengan total panjang 1,2 kilometer yang dibawa oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari TNI, Polri, Brimob, Pol PP, komunitas veteran, jajaran Forkopimda, hingga para pelajar.
Rangkaian kirab dimulai dari Tugu Kujang melewati Jembatan Otista hingga ke Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) di Jalan Jenderal Sudirman.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa FMP lahir dari lubuk hati sanubari yang tulus dan kecintaan warga Kota Bogor terhadap tanah air.
“FMP adalah komitmen kebangsaan, lahir karena kecintaan terhadap tanah air, nusa dan bangsa. Hari ini FMP sudah kita anggap sebagai tradisi Kota Bogor dan melekat di hati sanubari warga,” ujar Dedie Rachim di Jembatan Otista, Jalan Otto Iskandardinatta, Kota Bogor, Minggu (10/8/2025).
Dedie menyampaikan bahwa pelaksanaan kirab merah putih FMP tahun ini menjadi lebih istimewa, karena telah memasuki usia satu dekade dan tidak ada duanya kegiatan di seluruh Indonesia, hanya ada di Kota Bogor.
Ia berharap, persembahan FMP dari Bogor untuk Indonesia ini dapat menjadi pemicu semangat untuk terus tidak lekang mencintai tanah air dan menumbuhkan rasa nasionalisme.
“Untuk itu sekali lagi, mari kita dorong bangsa kita menjadi bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera. Mari kita pekikan semangat warga kita yang tidak pernah putus asa mencintai bangsa, kebangsaan kita, dari Bogor untuk Indonesia,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik, Deddy Corbuzier, yang hadir pada pembukaannya turut mengapresiasi penyelenggaraan FMP di Kota Bogor yang konsisten selama satu dekade.
“Saya bangga dengan semua yang ada di sini, karena ternyata kirab ini sudah dilakukan selama 10 tahun. Dan ini bukan perintah pemerintah pusat, bukan juga menggunakan dana APBN, tapi karena inisiatif teman-teman semua,” katanya.
Deddy juga menyebut bahwa Kota Bogor menjadi rujukan dalam penyelenggaraan festival di hari kemerdekaan. Untuk itu ia sangat mendukung kegiatan ini.
“Lestarikan hal ini, jangan patah semangat, jangan putus asa. Kita sudah 10 tahun dan harus terus berlari ke 20 tahun, 30 tahun dan bahkan sampai kapanpun Kota Bogor menjadi acuan kemerdekaan Indonesia,” tuturnya. (*)